Menghilangkan Peringatan Windows Genuine Advance (WGA)

Langkah2nya adalah sebagai berikut :
* Buka Task Manager dengan menekan “Ctrl+Alt+Del”
* Matikan proses yang bernama “wgatray.exe”
* Restart computer dan masuklah ke dalam Safe Mode (biasanya dengan menekan tombol F8)
* Pada Safe Mode, buka registry editor dengan cara klik Start \\ Run. Ketik “regedit” kemudian ENTER
* Pada regedit, carilah: HKEY_LOCAL_MACHINE \\ SOFTWARE \\ Microsoft \\ windowsNT \\ CurrentVersion \\ Winlogon \\ Notify
* Kemudian hapus folder/directory “WGALOGON”
* Restart kembali komputer seperti biasa

Uninstall Windows Genuine Advance (WGA)
Caranya:
* Matikan process “wgatray.exe” di Task Manager
* Restart Windows XP dan masuk safe mode
* Delete WgaTray.exe dari c:\Windows\System32
* Delete WgaTray.exe dari c:\Windows\System32\dllcache
* Buka RegEdit, cari: HKEY_LOCAL_MACHINE \\ SOFTWARE \\ Microsoft \\ Windows NT \\ CurrentVersion \\ Winlogon \\ Notify
* Delete folder “WgaLogon” dan seluruh isinya
* Reboot Windows XP

Munculnya pesan missing operating system

Munculnya pesan Operating System not found atau missing operating system di layar, diakibatkan karena hilangnya suatu file didalam harddisk yang mana nama file tersebut adalah MBR (Master Boot Record). File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk; pokoknya benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda keberadaan harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang menuntun BIOS menemukan harddisk.Namun berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut rusak, seperti terkena virus atau terformat tidak sengaja.

Solusi dari masalah ini adalah dengan mengembalikan file MBR tersebut. Cara paling umum dilakukan adalah melakukan proses recovery dari CD Windows. Caranya, booting ke CD Windows, lalu pilih Repair (dengan menekan tombol R) dan masuk ke Recovery Console. Setelah itu, ketikkan perintah fixmbr untuk mengembalikan file MBR tersebut.

Untuk Windows Vista, konsepnya sama meski prosedurnya sedikit berbeda. Pertama, booting ke DVD Windows Vista, lalu pilih Repair Your Computer. Ketika System Recovery Options muncul, pilih Command Prompt. Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik bootrec.exe dan tekan Enter.


Pemrograman Hack Tool VII

Jika komputer anda terinfeksi virus dan tidak bisa membuka Task Manager, Regedit, Display Properties serta fitur Windows lainnya, Ada kemungkinan bahwa virus tersebut menerapkan konsep pembunuhan program berdasarkan judul. Konsep seperti ini sangat banyak diterapkan oleh virus lokal seperti Grogotix yang mencoba melindungi dirinya dengan membunuh program antivirus (PCMAV dll), program analisis (Resource Hacker, OllyDbg, PeiD) dan program lain yang dianggap akan mengancam kelangsungan hidup virus tersebut. YF - Voodoo adalah subjek pembahasan ini. Penjelasan ini menunjukkan bagaimana sebuah program bisa mematikan program lain berdasarkan title (judul program).

1. Demo – Proof Of Concept
Jalankan program YF-Voodoo.exe. Tampilannya adalah sebagai berikut.








Program ini akan mendeteksi judul setiap program yang akan kita jalankan. Judul program dapat anda lihat pada kolom “Program Terdeteksi”. Sedangkan kolom “Title Program Yang akan dibunuh” diisi dengan judul program yang akan kita matikan prosesnya. Tombol “Bunuh” berfungsi untuk mematikan proses.

Sebagai contohnya, coba buka Control Panel pada Windows. Perhatikan gambar dibawah ini











Anda bisa melihat bahwa “Control Panel” merupakan judul daripada Control Panel. Kembali lagi ke YF-Voodoo. Isi Control Panel pada kolom “Title Program Yang akan dibunuh” . dan Klik “Bunuh”. Arahkan kursor mouse ke Control Panel dan lihat apa yang akan terjadi. Control Panel langsung dimatikan oleh YF-Voodoo dan akan terus membunuh prosesnya berapa kalipun anda mencoba menjalankan Control Panel tersebut. Tindakan guna-guna terhadap Control Panel hanya bisa dihentikan dengan cara mengosongkan kolom “Title Program Yang akan dibunuh” atau mematikan YF-Voodoo.



Install Office 2007 di Ubuntu




Dalam melakukan penginstallan office 2007 di ubuntu dibutuhkan suatu software di Linux untuk menjalankan aplikasi yang jalan di Windows.

Nah, berhubung saya dituntut untuk selalu menggunakan MS-Word dan menghadapi kenyataan kalau versi Word dari Open Office suka ngaco formatnya kalau dibuka di MS-Word, makanya saya terpaksa install MS-Office di Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope ini.



Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk instalasi MS-Office 2007 dengan wine, seperti yang ada pada situs ini:

http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1173365

Download wine antara versi 1.1.14 – 1.1.16 di situs ini:

http://wine.budgetdedicated.com/archive/index.html

FYI, versi terbaru adalah 1.1.24, tetapi yang sudah terbukti berjalan dengan baik untuk MS-Office 2007 adalah versi 14 sampai 16.

Setelah download selesai, double klik file yang sudah di download, Ubuntu akan melakukan proses instalasi. Bila muncul tulisan “A later (atau bisa jadi ‘older’) version is available in a software channel”, klik saja OK.

Setelah itu, proses instalasi MS-Office 2007 dimulai. Cari dan double klik file “setup.exe”, selanjutnya proses yang sama akan anda lalui seperti ketika menginstall MS-Office ini di Windows.

Langkah selanjutnya adalah menginstall winetricks. Yang pertama dilakukan adalah mengunduh file winetricks, biar mudah ketik saja di Terminal:

# sudo wget www.kegel.com/wine/winetricks

Selanjutnya, ketik:

#sudo apt-get install cabextract

dan

sh winetricks corefonts tahoma vcrun2005sp1 wsh56js

Jalankan Wine Config dari menu atau ketik winecfg di terminal

Pada tab “Libraries”, ketik “riched20″ lalu Add. Lakukan hal yang sama untuk “usp10″

Klik “riched20″ dan “usp10″ yang sekarang sudah berpindah posisi ke window “Existing Overrides”, lalu klik Edit, dan ganti nilainya menjadi “Native (Windows)”, klik OK.

Finish.

Mengembalikan GRUB Ubuntu 9.10 (Karmic Koala)


Berikut langkah-langkahnya:

1. Boot komputer pake ubuntu live cd 9.10,
-------------> try ubuntu without instalation.

2. Kalo udah muncul layar Desktop,
-------------> klik menu place di pojok kiri atas
-------------> klik partisi ubuntu yang telah terinstall sebelumnya. (partisi filesystem ubuntu)

3. Nah, kan muncul jendela explorer, trus, pergi kekolom address , klik pojok kiri atas, yang ada gambar kertas ama pensilnya tuh................nah trus address barnya akan menampilkan kira-kira begini contohnya:

/media/742f3C67244954B

blok alamat itu, kemudian klik kanan --->copy


4. Buka terminal dan ketikkan :
--->$sudo grub-install --root-directory=(alamat partisi filesystem anda)/dev/sda

misalnya:

--->$sudo grub-install --root-directory=/media/742f3C67244954B/ /dev/sda

5.Restart....

Nah, Grub udah muncul, tapi coba masuk ke partisi windows...Lho oq error??

Tenang ja, caranya, masuk ke ubuntu lagi, terus ketikkan ini di terminal :

------->$ sudo apt-get install grub-pc

kalo udah lese, silakan direstart....

Bereszzz

Cara mengembalikan grup Ubuntu 8.10


1. Boot komputer anda dengan menggunakan CD linux (ubuntu) atau
Flashdisk.

2. Pilih, pilihan untuk mencoba menggunakan Linux tanpa menginstall
(live CD)

3. Masuk Ke terminal
4. Ketik sudo grub

5. Ketik find /boot/grub/stage1
6. root (lihat hd0 nya, kalau punya saya hd0,5)

7. Ketik setup (hd0,5) (tergantung milik anda)
8. Ketik quit

9. Beres

10. Restart, keluarkan CD, atau cabut flashdisk anda.


Semoga membantu...........................

Tips Memilih ISP

Internet Service Provider (ISP) atau di Indonesia dikenal dengan istilah Penyelenggara Jasa Internet (PJI) adalah perusahaan penyedia jasa layanan akses Internet. Merupakan perusahaan yang melayani jasa koneksi Internet untuk perseorangan, perkantoran, sekolah, kampus dan lainnya. ISP pada umumnya memiliki salah satu media teknologi Internet yang dipilih untuk melayani pelanggannya. Berbagai macam pilihan teknologi Internet yang sudah tersedia saat ini, namun hanya beberapa saja yang populer digunakan. Secara umum dapat dikategorikan berdasarkan media teknologinya menjadi:
  1. Media Kabel (Cable), contohnya kabel telepon, serat optik, HFC
  2. Media Nirkabel (Wireless), contohnya WiFi, satelit, WiMax, GPRS, 3G, 3,5G/HSDPA

Teknologi paling awal untuk koneksi internet adalah menggunakan kabel telepon. TelkomPT. Indo Internet yang pertama kali memanfaatkan media kabel telepon milik Telkom untuk melayani pelanggannya sejak tahun 1994. Internet makin populer menggunakan media kabel telepon dengan munculnya TelkomNet Instant oleh Telkom dengan layanan ‘gratis’ nya. Disebut gratis karena tidak dikenakan biaya awal apapun oleh Telkom kepada penggunanya, namun sudah pasti dikenakan biaya pulsa telepon untuk nomor yang digunakan. Yang saya ingat adalah Telkom mengenakan biaya Rp. 165,-/menit untuk layanan internetnya atau bisa disetarakan dengan Rp. 9.900,-/jam. Apabila kamu menggunakan rata-rata Internet setiap hari adalah 2 jam, maka tinggal dikalikan saja dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Apabila kamu sudah menghitungnya maka muncul dipikiran saya betapa mahalnya biaya berlangganan Internet pakai TelkomNet Instant yang hanya memiliki kecepatan maksimal 56 kbps (kilobit per-second). sebagai perusahaan satu-satunya di Indonesia yang memiliki jaringan komunikasi telepon kabel adalah salah satu pendorong munculnya Internet dengan produk TelkomNet Instant-nya. Namun tahukah kamu siapa perusahaan pertama di Indonesia yang pertama kali memanfaatkan kabel telepon sebagai media layanan Internet?. Ternyata setelah saya mendapatkan informasi adalah

Perlahan tapi pasti Internet menjadi booming di Indonesia sekitar tahun 1995 hingga saat ini. Banyak perusahaan penyelenggara bermunculan namun sayangnya masih terbatas pada teknologi kabel telepon saja yang paling populer dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Sekitar tahun 1999 sudah ada perusahaan yang melayani menggunakan teknologi nirkabel dengan standar Wireless Fidelity (WiFi) pada frekuensi radio 2,4 GHz. Namun sayang saat itu juga masih terasa sangat mahal dan kurang lazim digunakan untuk perseorangan.

Perkembangan Teknologi Internet

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi komunikasi dan teknologi informasi adalah sangat erat kaitannya. Hal ini ditandai dengan mulai mewabahnya penggunaan telepon seluler berbasis teknologi AMPS (zaman dulu), GSM dan CDMA. Dengan semakin banyaknya pengguna telepon seluler maka banyak perusahaan selulerpun berpikir untuk dapat sekaligus menjadi penyelenggara jasa layanan Internet layaknya ISP. Harus di ingat bahwa apabila perusahaan seluler akan menjadi ISP maka dia juga harus mengantongi perizinan dari Depkominfo (dalam hal ini Ditjen Postel) untuk melayani pelanggannya. Biaya awal untuk menjadi pelanggan Internet pada perusahaan seluler menurut saya cukup murah karena hanya berbekalkan membeli telepon genggam (handphone) yang mendukung penggunaan Modem (MOdulator-DEModulator). Namun apabila kamu ingin mendapatkan akses yang cukup cepat hingga 7,2 Mbps (Mebabit per-second) maka gunakan teknologi HSDPA (High Speed Data Packet Access). Modem HSDPA yang tersedia saat ini berkirar harga 750 ribu rupiah hingga 4 juta rupiah.

Pilihan lain yang saat ini cukup murah adalah menggunakan media WiFi. Sejak bulan Januari Tahun 2005 pemerintah telah membebaskan penggunaan frekeunsi 2,4 GHz untuk keperluan masyarakat umum. Perangkat keras WiFi dapat dengan mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif murah. Tentunya kamu harus menghubungi ISP yang melayani penggunaan teknologi ini. Menurut catatan saya, ISP yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi ini adalah yang terbanyak. Hal ini dikarenakan:

  • Dukungan dari vendor perangkat yang sangat banyak dan beragam hingga mampu menurunkan biaya pembangunan infrastrukturnya. Bahkan saat ini ada beberapa perangkat buatan lokal Indonesia yang cukup baik dan murah untuk digunakan
  • Sudah banyaknya perangkat komputer personal dan Laptop yang mendukung penggunaan WiFi atau lebih dikenal dengan istilah Hotspot

Buat kamu yang tinggal didaerah perkotaan yang padat dengan gedung tinggi atau bangunan-bangunan besar, maka itu salah satu hambatan yang bisa saja terjadi karena teknologi WiFi mewajibkan kondisi bebas pandangan antara lokasi pengguna dan lokasi pusat akses (BTS ~ Base Transceiver Station). Tidak seperti teknologi GSM/CDMA/GRPS/HSDPA yang menggunakan frekuensi rendah (800, 900, 1800 MHz) yang dapat merambat seperti frekuensi radio FM/AM. Hambatan lain bagi kamu yang tinggal di daerah perkotaan adalah padatnya arus lalu lintas frekuensi 2,4 GHz tersebut karena kurang tertatanya pengaturan penggunaan frekuensi tersebut sehingga terjadilah interferensi, tampaknya inilah yang dikhawatirkan oleh pemerintah saat membebaskan frekuensi ini. Apabila sebuah ISP memiliki layanan WiFi pada frekuensi lain misal 5,8 GHz maka sebaiknya kamu meminta mereka untuk menggunakan frekuensi ini karena saat ini ISP harus memiliki izin untuk menggunakannya, sehingga masalah interferensi harusnya tidak perlu terjadi.

Untuk yang mengutamakan performansi dan kestabilan dari layanan internet, maka pilihan pertama jatuhkan pada teknologi kabel namun bukan kabel telepon melainkan kabel serat optik. Namun sayangnya di Indonesia ini masih sangat jarang ditemui dan digunakan untuk melayani perseorangan, sedangkan untuk perkantoran kemungkinan hal ini masih bisa diusahakan. Ada satu produk Telkom yang menggunakan media kabel telepon yang cukup baik yaitu Speedy yang dapat melayani bandwidth hingga 384 kbps. Speedy tersedia dalam beberapa paket harga berdasarkan layanan terbatas (limited) dan tidak terbatas (unlimited). Bagi kamu yang hanya sesekali menggunakan Internet gunakanlah paket personal terbatas seharga 200 ribu rupiah atau pilihan berdasarkan waktu (time-based) 50 jam. Namun apabila kamu sering sekali online di Internet jangan sekali-sekali untuk memilih paket terbatas, saran saya gunakanlah paket tak terbatas mulai harga 750 ribu rupiah atau yang lebih mahal. Penting untuk diperhatikan dari pengalaman pengguna Speedy adalah melonjaknya biaya tagihan bulanan hingga jutaan rupiah padahal mereka memilih paket terbatas, hal ini dikarenakan Telkom menghitung biaya kelebihan dari kuota seharusnya saat kamu melebihinya. Baca lebih lanjut tarif Speedy.

Perbandingan Teknologi Layanan Internet di Indonesia

Di bawah ini saya coba untuk bandingkan teknologi layanan internet berdasarkan medianya dari beberapa tinjauan:

  1. Kabel Telepon
    • Biaya awal: murah, modam analog internal kisaran minimal harga 175 ribu
    • Biaya bulanan: murah sesuai pemakaian atau pilihan paket namun tidak termasuk pulsa telepon
    • Kecepatan akses: 56 kbps maksimal, rata-rata 36 kbps
    • Jangakuan: terbatas pada jalur kabel telepon
  2. Kabel Serat Optik
    • Biaya awal: mahal, tidak untuk perseorangan di rumah
    • Biaya bulanan: mahal
    • Kecepatan akses: hingga 100 mbps efektif
    • Jangkauan: terbatas jalur kabel optik
  3. Kabel Modem (HFC)
    • Biaya awal: murah, kabel modem kisaran 750 ribu hingga 2 juta rupiah
    • Biaya bulanan: murah, biasanya ada bonus TV kabel
    • Kecepatan akses: hingga 2 mbps
    • Jangkauan: terbatas pada jalur kabel
  4. xDSL (ADSL/SDSL/HDSL)
    • Biaya awal: murah
    • Biaya bulanan: murah untuk paket terbatas, relatif sedang untuk paket tak terbatas
    • Kecepatan akses: hingga 384 kbps (Speedy), teknologinya sendiri bisa hingga 24 Mbps
    • Jankauan: terbatas pada jalur kabel dan dukungan sirkuit
  5. WiFi (802.11a/b/g)
    • Biaya awal: murah (hanya wireless radio, antena dan perlengkapannya), jika butuh tower maka akan jadi cukup mahal
    • Biaya bulanan: murah
    • Kecepatan akses: hingga 54 Mbps (802.11a/g), hingga 11 Mbps (802.11b)
    • Jangkauan: luas, hingga 30 km efektif
  6. WiMax (802.16)
    • Biaya awal: mahal
    • Biaya bulanan: belum ada data hingga saat ini
    • Kecepatan akses: hingga 72 Mbps
    • Jangkauan: luas, mencapai 50 km efektif hingga 75 km
  7. Microwave Link
    • Biaya awal: mahal untuk perseorangan
    • Biaya bulanan: mahal untuk perseorangan
    • Kecepatan: 6 Mbps hingga 600 Mbps
    • Jangkauan: terbatas
  8. GRPS pada GSM/CDMA
    • Biaya awal: murah, kisaran harga sama dengan harga telepon genggam kelas menengah
    • Biaya bulanan: murah
    • Kecepatan akses: 115 kbps maksimal, rata-rata 32 kbps
  9. 3G/3,5G/HSDPA
    • Biaya awal: murah untuk 3G, masih mahal untuk modem HSDPA yang bagus
    • Biaya bulanan: mahal karena semua paket adalah terbatas
    • Kecepatan akses: 3,6 Mbps hingga 7,2 Mbps, rata-rata 1-2 Mbps
  10. VSAT/TDMA
    • Biaya awal: mahal, kisaran 80 juta hingga 250 juta rupiah)
    • Biaya bulanan: mahal
    • Kecepatan akses: hingga 45 Mbps
  11. DVB (two-way) frekuensi Ku-Band dan C-Band pada satelit
    • Biaya awal: mahal
    • Biaya bulanan: mahal untuk perseorangan
    • Kecepatan akses: 512 kbps efektif
  12. DVB (one-way) frekuensi S-Band pada satelit
    • Biaya awal: murah (sama dengan beli parabola TV, kisaran 1-3 juta rupiah)
    • Biaya bulanan: murah, karena hanya bisa 1 arah atau downlink
    • Kecepatan akses: hingga 45 Mbps
Memilih ISP







Beberapa sarat mutlak yang harus dimiliki oleh ISP adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki izin resmi dari Ditjen Postel Depkominfo RI seperti izin prinsip, izin laik operasi dan izin penyelenggaraan modern
  2. Memiliki SLA (Service Level Agreement) setidaknya 95% dalam sebulan
  3. Memiliki layanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun
  4. Memiliki tenaga dukungan teknis (technical support) yang melayani 24 jam sehari
  5. Memiliki kantor resmi atau perwakilan di kota yang bersangkutan
  6. Memiliki kontrak layanan minimal sesuai dengan SLA untuk memudahkan proses hukum, berlangganan, mekanisme komplain dan restitusi
  7. Tergabung dalam asosiasi PJI, di Indonesia adalah Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (AJII)

Referensi : http://www.sejutablog.com/tips-memilih-isp/




Banner